Kamis, 28 Oktober 2010

Conto PTK IPA SD kls 4


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF
UNTUK MENINGKATAKAN PEMAHAMAN SISIWA
PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV DI SDN PAKEL III
KECAMATAN BARENG KABUPATEN JOMBANG

Oleh :
TOMY BUDI GURITNO,


 KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Induktif pada Mata Pelajaran Sains Kelas IV di Sekolah Dasar Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar di Kelas” disusun berdasarkan hasil uji coba I dan uji coba 2 yang dilaksanakan di SDN Pakel III Kecamatan Barengg Kabupaten Jombang.
Dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini, penulis banyak mendapatkan dukungan, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungannya.
Dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki, penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran guna penyempurnaan karya tulis ini sangat diharapkan, dan semoga Allah SWT memberikan kebahagiaan kepada kita semua. Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

Jombang,  September 2010
Penulis


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL                                                                                                   ii
HALAMAN PUBLIKASI                                                                                          ii
KATA PENGANTAR                                                                                                 iii
DAFTAR ISI                                                                                                                iv
BAB I    :  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah                                                                       1
B.     Rumusan Masalah                                                                                 2
C.     Tujuan Penelitian                                                                                  3
D.    Manfaat Penelitian                                                                                4
E.     Pembatasan Penelitian                                                                          5
F.      Penjelasan Istilah                                                                                  5
BAB II   :  KAJIAN PUSTAKA                                                                           
A.    Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar                                                     6
B.     Model Induktif                                                                                     7
C.     Teori Belajar Konstruktivis yang Melandasi Model Induktif               8
D.    Model Induktif Menekankan pada Ketrampilan Berfikir Siswa          8
E.     Materi Bagian-bagian Tumbuhan                                                          9
F.      Kerangka Berpikir                                                                                10
BAB III :  METODE PENELITIAN                                                                    
A.    Jenis Penelitian                                                                                     12
B.     Subyek Penelitian                                                                                12
C.     Rancangan Penelitian                                                                           12
D.    Teknik Pengumpulan Data                                                                   14
E.     Teknik Analisa Data                                                                            15
BAB IV :  HASIL PENELITIAN
A.    Hasil Pembangunan Perangkat Pembelajaran                                      18
B.     Hasil Implementasi Perangkat Pembelajaran                                       19
1.      Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran                                             20
2.      Aktivitas Guru dalam Pembelajaran                                              20
3.        Keterlaksanaan Pembelajaran dengan Menerapkan Model Induktif                          21
4.      Pengelolaan Pembelajaran dalam Menerapkan Model Induktif                              21
5.      Respon Siswa Terhadap Kegiatan Pembelajaran dan Perangkat                             22
6.      Respon Guru Mitra                                                                        22
7.      Tes Hasil Belajar                                                                            23
BAB V   :  SIMPULAN DAN SARAN                                                                
A.    Simpulan                                                                                              25
B.     Saran                                                                                                    26
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Mempelajari sains, anak tidak hanya dituntut menguasai produk sains saja tapi juga diharapkan dapat mengembangkan keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa SD. Hal ini juga sesuai dengan tujaun pengajaran sains di SD dalam Kurikulum 2004, yaitu :
1)      Menanamkan pengetahuan dan konsep-konsep sains yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
2)      Menanamkan rasa ingin tahu dan sikap positif terhadap sains dan teknologi.
3)      Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
4)      Ikut serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam.
5)      Mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat.
6)      Menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan (Diknas, 2004: 6).
Pembelajaran sains menurut Kurikulum 2004 juga harus mengikuti rambu-rambu berikut ini :
1.      Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran sains berorientasi pada siswa. Peran guru bergeser dari menentukan apa yang akan dipelajari ke bagaimana menyediakan dan memperkaya pengalaman belajar siswa.
2.      Pemberian pengalaman belajar secara langsung sangat ditekankan melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
3.      Pembelajaran sains dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pengamatan, pengujian atau penelitian, diskusi, penggalian informasi mandiri melalui tugas baca, wawancara nara sumber, simulasi atau bermain peran, nyanyian, demonstrasi atau peragaan model.
Sesuai dengan Kurikulum 2004, model pembelajara yang dikembangkan dalam pembelajaran sains adalah model pembelajaran induktif yang diimplementasikan di kelas IV SD dengan materi pokok Bagian-bagian Tumbuhan.
Model induktif adalah strategi yang langsung dan membantu mendorong siswa mengembangkan kemampuan berpikir. Model ini efektif untuk mendorong keikutsertaan siswa dalam kegiatan belajar mengajar dan juga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar (Eggen dan kauchak, 1996: 59).

B.     Rumusan masalah
Berdasarkan uraian di atas, dalam penelitian ini diajukan rumusan masalah: Apakah penerapan model induktif dalam pembelajaran sains yang dipandu dengan perangkat pembelajaran dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar saind di SD? Untuk menjawab permasalahan penelitian tersebut, ada beberapa hal yang mendukung yaitu :
1.      Bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sains di SD dengan menggunakan model induktif yang dipandu perangkat pembelajaran dengan materi pokok Bagian-bagian Tumbuhan?
2.      Apakah model pembelajaran induktif dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses siswa SD?
3.      Bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran sains SD dengan model induktif yang dipandu perangkat pembelajaran dengan materi pokok Bagian-bagian Tumbuhan?
4.      Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada model induktif dengan materi pokok Bagian-bagian Tumbuhan?
5.      Bagaimana keterlaksanaan proses belajar mengajar sains di SD dengan menggunakan model induktif yang dipandu perangkat pembelajaran dengan materi pokok Bagian-bagian Tumbuhan?
6.      Bagaimana respon guru mitra dan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model induktif yang dipandu dengan perangkat pembelajaran?

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan umum penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran sains SD model induktif dan untuk mengetahui penerapan model induktif dalam pembelajaran sains dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sains di SD. Tujuan tersebut dijabarkan secara jelas dalam tujuan khusus di bawah ini.
1.      Mengembangkan perangkat pembelajaran sains.
2.      Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar sains dengan menggunakan model induktif.
3.      Untuk mengetahui ketrampilan proses yang dikembangkan melalui pembelajaran sains dengan menerapkan model induktif.
4.      Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada pembelajaran sains dengan model induktif.
5.      Untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang berorientasi pada model induktif.
6.      Untuk mengetahui keterlaksanaan proses belajar mengajar sains di SDN Sentul 1 dengan menggunakan model induktif.

D.    Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh manfaat seperti berikut ini.
1.      Dihasilkan perangkat pembelajaran sains model induktif yang terdiri atas, Rencana Pembelajaran, Buku Siswa, Buku Kegiatan Siswa, Tes Keterampilan Proses, dan Tes Produk yang dapat digunakan langsung oleh guru untuk mengajar topik yang sama.
2.      Jika model induktif dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sains, maka model ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran sains di SD.
3.      Memberi kemudahan bagi guru SD dalam mengajar sains dengan ketersediaan perangkat pembelajaran.

E.     Pembatasan Penelitian
Mengingat keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti dalam hal biaya, waktu, dan kemampuan, maka pelaksanaan penelitian ini dibatasi seperti berikut.
1.      Mata pelajaran yang diteliti adalah sains di SD kelas IV Semester 2 dalam pokok bahasan Bagian-Bagian Tumbuhan.
2.      Siswa yang dijadikan subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sentul I Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang.
3.      Penelitian ini dilakukan pada Semester 2 tahun pelajaran 2004/2005, uji coba I dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan mulai tanggal 5-13 April, sedangkan uji coba 2 dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan mulai tanggal 2-10 Juni 2005.

F.     Penjelasan Istilah
Pembelajaran model induktif adalah suatu kegiatan belajar mengajar yang dimulai dari fakta/data yang selanjutnya diproses menjadi konsep, prinsip.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar

Menurut Kurikulum 2004, dalam pembelajaran sains pemberian pengalaman langsung sangat ditekankan melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah dengan tujuan untuk memahami konsep-konsep dan mampu memecahkan masalah (Diknas, 2003).
Berikut ini akan dibahas beberapa keterampilan proses dasar yang akan dikembangkan dalam penelitian ini.
1.      Observasi
Observasi merupakan proses pengumpulan informasi dengan menggunakan semua indera atau menggunakan alat untuk membantu indera (Iskandar, 1996/1997).
2.      Mencatat Data
Data yang diperoleh dari hasil observasi selanjutnya dicatat dalam tabel pengamatan. Pencatatan data diorganisasi dengan baik serta dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu agar mudah dibaca dan diinterpretasikan. Data yang diperoleh harus objektif sesuai dengan kenyataan dan akurat.
3.      Mengklasifikasikan
Mengklasifikasi adalah mengatur atau menyusun atau mendistribusikan obyek-obyek, kejadian atau informasi ke dalam golongan atau kelas dengan menggunakan cara tertentu atau sistem tertentu (Iskandar, 1996/1997).
4.      Prediksi
Memprediksi dapat diartikan sebagai pengantisipasian atau membuat perkiraan/ramalan tentang segala hal yang akan terjadi pada waktu yang akan datang berdasarkan perkiraan pada pola atau kecenderungan tertentu, atau berdasarkan keterhubungan antara fakta, konsep, dan prinsip-prinsip dalam ilmu pengetahuan alam.
5.      Kesimpulan
Membuat kesimpulan dapat diartikan sebagai suatu keterampilan untuk memuluskan keadaan suatu obyek, atau peristiwa berdasarkan fakta, konsep, dan prinsip yang diketahui.
6.      Mengkomunikasi
Pengkomunikasian di Sekolah Dasar berarti mencatat data yang didapat sebagai hasil eksperimen dalam bentuk yang difahami oleh orang-orang (Iskandar, 1996/1997: 57)

B.     Model Induktif
Model induktif merupakan salah satu model pembelajaran yang berdasarkan prinsip konstruktivisme, yaitu suatu pandangan yang menyatakan bahwa siswa membangun pemahaman mereka sendiri tentang segala sesuatu. Secara garis besar, prinsip konstruktivis adalah (1) pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik secara individu maupun sosial, (2) pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali hanya dengan keaktifan siswa sendiri untuk menalar, (3) siswa aktif mengkonstruksi terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju ke konsep yang lebih rinci, lengkap serta sesuai dengan konsep ilmiah, (4) guru hanya sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus (Suparno, 1997: 49).

C.    Teori Belajar Konstruktivis yang Melandasi Model Induktif
Para ahli konstruktivis menyatakan bahwa belajar melibatkan konstruksi pengetahuan saat pengalaman baru diberi makna oleh pengetahuan terdahulu. Secara garis besar prinsip-prinsip konstruktivis adalah :
1)      Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri baik secara individu maupun sosial;
2)      pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali dengan keaktifan siswa sendiri untuk menalar;
3)      siswa aktif mengkonstruksi terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju ke konsep yang lebih rinci, lengkap, serta sesuai dengan konsep ilmiah;
4)      guru sekedar membantu menyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus. (Suparno, 1997: 49)
Dengan demikian teori konstruktivis menekankan pada penyusunan secara aktif pengetahuan oleh siswa sendiri.

D.    Model Induktif Menekankan pada Keterampilan Berpikir Siswa
Salah satu tujuan digunakannya model induktif dalam pembelajaran adalah untuk mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Dalam setiap pengajaran, guru menyarankan siswa mereka berpikir dengan cara seperti berikut:
1.      Guru dalam mengajar menekankan perbandingan, ini salah satu yang terpenting dan fundamental dalam keterampilan berpikir.
2.      Meminta siswa untuk mengidentifikasikan sifat-sifat objek secara verbal, menyatakan hukum atau aturan, menemukan pola dan generalisasi.
3.      Dalam setiap kasus, siswa dituntut untuk menggunakan informasi yang mereka ketahui dalam konteks realistis.

E.     Materi Bagian-bagian Tumbuhan
Tumbuhan mempunyai tiga bagian-bagian pokok yaitu akar, batang, daun dan bagian yang merupakan modifikasi dari bagian pokok misalnya kuncup dan bunga (Tjitrosoepomo, 2000: 4).
1.      Akar
Akar merupakan bagian pokok dari tumbuhan yang berada di dalam tanah. Pada umumnya akar mempunyai ciri-ciri antara lain tidak berbuku-buku, berwarna keputihan atau kekuningan, dan bentuknya meruncing. Bagian-bagian akar terdiri atas leher akar, batang akar, ujung akar, cabang akar, serabut akar, bulu akar dan tudung akar (Tjitrosoepomo, 2000: 91)
2.      Batang
Menurut Tjitrosoepomo (2000: 79) batang mempunyai bentuk yang bervariasi antara lain bulat, bersegi, dan pipih. Sedangkan permukaan batang ada yang licin, berusuk, beralur, bersayap, berambut, berduri, memperlihatkan bekas daun, memperlihatkan bekas daun penumpu, memperlihatkan banyak lenti sel, dan lepasnya kerak (kulit yang mati). Batang ada yang bercabang dan ada yang tidak bercabang.
3.      Daun
Daun merupakan bagian dari tumbuhan yang berperan dalam proses pembentukan makanan dan oksigen melalui proses fotosintesis.
Daun tumbuhan bervariasi dalam bentuk, ukuran, struktur dan warnanya, tetapi pada umumnya berbentuk tipis, lebar, dan berwarna hijau. Daun lengkap mempunyai bagian-bagian antara lain pelepah daun, tangkai daun, dan helai daun. Tetapi tidak semua daun mempunyai bagian-bagian tersebut. (Tjitrosoepomo, 2000: 11)
4.      Bunga
Bunga lengkap mempunyai bagian-bagian benang sari, putik, mahkota bunga, dan kelopak bunga. Benang sari merupakan alat perkembangbiakan jantan pada bunga yang tersusun atas tangkai sari dan kepala sari. Putik merupakan alat perkembangbiakan betina yang tersusun atas kepala putik, tangkai putik, dan ovarium yang menghasilkan ovum. Benang sari dan putik merupakan bagian utama dari bunga.

F.     Kerangka Berpikir
Belajar merupakan suatu aktivitas yang menghasilkan perubahan tingkah laku dari pembelajar baik aktual maupun potensial. Sedangkan mengajar merupakan suatu proses pengaturan dan pengorganisasian lingkungan sekitar siswa yang dapat mendorong dan menumbuhkan minat siswa untuk belajar. Model induktif merupakan suatu model pembelajaran yang berdasarkan prinsip konstruktivisme, yaitu suatu pandangan yang menyatakan bahwa siswa membangun pemahaman mereka sendiri tentang segala sesuatu.
Penerapan model pembelajaran induktif dalam pelajaran sains, akan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran karena selama proses pembelajaran siswa dituntut untuk melakukan pengamatan terhadap contoh-contoh yang diberikan oleh guru untuk menemukan karakteristik dari suatu konsep, mencatat data hasil pengamatan, mendiskusikan hasil pengamatan sampai diperoleh suatu simpulan.


BAB III
METODE PENELITIAN

A.    Jenis Penelitian

Dalam kegiatan penelitian ini dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran sains SD kelas IV dengan materi pokok Bagian-Bagian Tumbuhan yang berorientasi pada model induktif. Karena melakukan pengembangan perangkat pembelajaran, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian pengembangan.

B.     Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam kegiatan uji coba perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah siswa kelas IV SDN Sentul I Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang.

C.    Rancangan Penelitian
Pengembangan perangkat pembelajaran sains SD yang berorientasi model induktif dengan menggunakan proses pengembangan perangkat pembelajaran yang terdiri dari 4 tahap, yaitu : pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Tetapi dalam penelitian ini rancangan penelitian hanya sampai pada tahap pengembangan belum sampai ke penyebaran.

1.      Tahap Pendefinisian
Tujuan dari tahap ini adalah untuk menentukan kebutuhan dari penyajian. Ada lima langkah, yaitu :
a.       Analisis Kebutuhan
Dalam Kurikulum 2004, pada materi pokok Bagian-Bagian Tumbuhan mengacu pada kompetensi dan hasil belajar.
b.      Analisis Siswa
Siswa kelas IV Pakel III Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang, usianya berkisar antara 9-10 tahun yang berarti perkembangan kognitifnya berada dalam tahap operasional kongkret, sehingga dalam kegiatan pembelajaran guru harus menyediakan benda-benda kongkret yang dapat membantu anak memahami sesuatu yang abstrak.
c.       Analisis Tugas
Analisis tugas bertujuan untuk menentukan keterampilan atau pengetahuan terstruktur yang ingin diajarkan. Analisis juga meliputi kegiatan analisis struktur isi, analisis prosedural, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi, dan perumusan tujuan pembelajaran.
2.      Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan prototip perangkat pembelajaran melalui beberapa tahap, antara lain :
a.       Penyusunan Tes
Dalam penelitian ini, penilaian yang dilakukan dengan menggunakan tes produk dan tes proses. Tes produk disusun dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan konsep siswa dan tes proses dikembangkan untuk mengetahui penguasaan keterampilan proses siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran sains SD dengan menerapkan model pembelajaran induktif.
b.      Pemilihan Media
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang turut serta menentukan keberhasilan suatu proses belajar mengajar. Sumber belajar dipilih atau disiapkan dengan baik akan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan pembelajaran.
c.       Pemilihan format
Mencakup format untuk merancang isi dan sumber belajar, dan format pemilihan strategi pembelajaran.
3.      Tahap Pengembangan
Tahap pengembangan bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran dan instrumen yang sudah direvisi berdasarkan masukan dari pakar.

D.    Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik, yaitu:
1.      Pemberian tes
2.      Pemberian tes keterampilan proses
3.      Pengamatan kelas
4.      Pengisian angket
E.     Teknik Analisa Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Analisis data hasil pengamatan kelas
Data tentang aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran dianalisis dengan menghitung frekwensi dan persentase masing-masing aktivitas yang muncul dalam kegiatan belajar mengajar yang dihitung dengan rumus :

Keterangan :
A   :  Aktivitas tertentu yang dilakukan oleh guru atau siswa
T    :  Keseluruhan aktivitas yang dilakukan guru atau siswa dalam pembelajaran berlangsung.
2.      Analisis data respon guru mitra dan siswa
Data respon guru mitra dan siswa terhadap pelaksanaan KBM dan perangkat pembelajaran dianalisis dengan menghitung frekwensi dan persentase masing-masing butir jawaban guru mitra dan siswa untuk tiap-tiap pertanyaan yang diajukan dalam angket.
3.      Hasil belajar siswa
Analisa data hasil belajar siswa dilakukan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Belajar siswa secara individu atau klasikal dikatakan tuntas bila proporsi jawaban benar siswa (p) lebih besar atau sama dengan 0,75 (Diknas, 2003).
a.       Proporsi individu
Proporsi yang diperoleh setiap individu dihitung dengan menggunakan rumus :
p individu
b.      Proporsi Indikator
Proporsi indikator (p) yang menunjukkan suatu ketercapaian indikator dalam pembelajaran dihitung dengan menggunakan rumus (Diknas, 2003):
p indikator
Keterangan :
B   :  Jumlah siswa yang menjawab benar
T    :  Jumlah seluruh siswa
c.       Ketuntasan secara klasikal
Ketuntasan secara klasikal dihitung dengan menggunakan rumus :
Ketuntasan Klasikal = 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Dalam uji coba 1 yang dilaksanakan di kelas IV SDN Pakel III Barengn Jombang, peneliti bertindak sebagai guru pada implementasi RP 1 dan RP 2, sedangkan RP 3 dilaksanakan oleh guru mitra. Sebelum pelaksanaan pembelajaran RP 1, siswa diberi pretes yang terdiri atas tes produk dan tes keterampilan proses (pengamatan, mencatat hasil pengamatan, membandingkan, dan menyimpulkan). Sedangkan setelah RP 3, siswa diberi postes (tes produk, tes keterampilan proses) serta angket respon siswa terhadap implementasi pembelajaran dengan menerapkan model induktif dan perangkat pembelajaran yang digunakan.
Dalam uji coba 2 yang dilaksanakan di kelas IV SDN Sentul I Tembelang Jombang, peneliti bertindak sebagai guru pada implementasi RP 1 dan RP 2, sedangkan RP 3 dilaksanakan oleh guru mitra. Sebelum pelaksanaan pembelajaran RP 1, siswa diberi pretes yang terdiri atas tes produk dan tes keterampilan proses (pengamatan, mencatat hasil pengamatan, membandingkan, dan menyimpulkan). Sedangkan setelah RP 3, siswa diberi postes (tes produk, tes keterampilan proses) serta angket respon siswa terhadap implementasi pembelajaran dengan menerapkan model induktif dan perangkat pembelajaran yang digunakan.

A.    Hasil Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran yang dihasilkan dalam penelitian ini terdiri atas :
1.      Buku Siswa
Buku siswa dikembangkan sebagai sumber belajar dan panduan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas maupun pembelajaran mandiri. Buku siswa berisi tentang materi pokok Bagian-bagian Tumbuhan yang di dalamnya terdapat pembahasan konsep, aktivitas siswa, olah pikir, simpulan, berpikir kritis, dan gambar.
2.      Buku Kegiatan Siswa
Buku kegiatan siswa digunakan sebagai panduan siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar, tempat mencatat data hasil pengamatan, serta tempat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari buku siswa. Buku ini berisi aktivitas siswa, tempat mencatat data hasil aktivitas, pertanyaan beserta tempat menjawab pertanyaan, dan tempat mengerjakan olah pikir yang terdapat pada buku siswa.
3.      Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran yang dikembangkan digunakan sebagai pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Terdiri atas 3 Rencana Pembelajaran yaitu RP 1 tentang Ciri-ciri Tumbuhan, RP 2 tentang Membandingkan bagian-bagian tumbuhan, dan RP 3 tentang Fungsi akar dan daun. Langkah-langkah pembelajaran dalam setiap RP mengacu pada fase-fase model pembelajaran induktif dalam Eggen dan Kauchak (1996).

4.      Tes Hasil Belajar
Tes hasil belajar dikembangkan sebagai alat untuk mengukur ketuntasan hasil belajar siswa. Tes hasil belajar terdiri dari tes produk dan tes keterampilan proses.
Tes keterampilan proses terdiri atas tes pengamatan, mencatat data hasil pengamatan, membandingkan dan merumuskan simpulan. Masing-masing tes terdiri atas komponen jenis kegiatan, alat dan bahan, prosedur, tempat, mencatat hasil kegiatan, dan rubrik penilaian.
Untuk mengukur ketuntasan hasil belajar, menggunakan tingkat ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh Diknas (2003) yakni ketuntasan baik individu maupun klasikal adalah lebih besar atau sama dengan 75%.

B.     Hasil Implementasi Perangkat Pembelajaran dengan Menggunakan Model Induktif
Implementasi perangkat pembelajaran dengan menggunakan model induktif terdiri atas simulasi uji coba 1, dan uji coba 2. Kegiatan uji coba 1 dan uji coba 2 masing-masing dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dengan tujuan untuk memperoleh data tentang aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran, hasil belajar siswa yang berupa hasil belajar produk dan keterampilan proses, keterlaksanaan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model induktif, pengelolaan pembelajaran dengan menerapkan model induktif oleh guru, hambatan-hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan pembelajaran, serta respon guru dan siswa terhadap kegiatan pembelajaran dan perangkat pembelajaran.
1.      Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran
Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model induktif diamati oleh dua orang pengamat pada uji coba 1 dan empat orang pengamat pada uji coba 2. Aktivitas siswa yang diamati meliputi mengamati contoh yang diberikan oleh guru, mencatat data hasil pengamatan, mendengarkan penjelasan guru, berdiskusi antar siswa, bertanya atau menjawab pertanyaan guru atau siswa, mengkomunikasikan hasil pengamatan, merumuskan simpulan, dan perilaku yang tidak relevan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
2.      Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran
Pengamatan dilakukan oleh dua orang pengamat. Aktivitas guru yang diamati meliputi memotivasi siswa, menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan pokok bahasan, memberitahukan tujuan, menginformasikan garis besar kegiatan pembelajaran, memberi contoh, membimbing siswa melakukan pengamatan, membimbing diskusi, membimbing merumuskan simpulan, membimbing memberi contoh aplikasi konsep dan tindak lanjut.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru tidak menjelaskan konsep-konsep sains secara langsung pada siswa tapi guru aktif membimbing siswa dalam melakukan pengamatan terhadap contoh-contoh yang diberikan oleh guru, mencatat hasil pengamatan dan selanjutnya siswa dibimbing dalam diskusi untuk menemukan karakteristik konsep sampai memperoleh suatu simpulan. Kegiatan pembelajaran dalam kelas tidak berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa.
3.      Keterlaksanaan Pembelajaran Dengan Menerapkan Model Induktif
Keterlaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model induktif direkam dengan menggunakan Instrumen 1 yang diamati oleh dua orang pengamat. Pengamatan terhadap keterlaksanaan pembelajaran meliputi pelaksanaan fase-fase model pembelajaran induktif yang dilakukan guru selama kegiatan pembelajaran dalam kelas.
4.      Pengelolaan Pembelajaran Dalam Menerapkan Model Induktif
Pengelolaan pembelajaran sains yang dilakukan guru dengan menerapkan model induktif direkam dengan menggunakan Instrumen 3. pengamatan dilakukan oleh dua orang pengamat.
Pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru setiap fase pembelajaran model induktif pada uji coba 1 adalah sebagai berikut :
1)      Fase pengenalan pelajaran yang terdiri atas : memotivasi siswa, menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan pokok bahasan, memberitahukan tujuan, menginformasikan secara garis besar kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa selama proses pembelajaran.
2)      Fase terbuka yang terdiri atas: memberi contoh yang sesuai dengan pokok bahasan dan tujuan pembelajaran, membimbing siswa melakukan observasi dengan pertanyaan terbuka.
3)      Fase konvergen yang terdiri atas: membimbing siswa dalam menyajikan pengamatan, membimbing diskusi.
4)      Fase clousure yang terdiri atas: membimbing siswa dalam merumuskan simpulan.
5)      Fase aplikasi yang terdiri atas: membimbing siswa agar dapat memberi contoh aplikasi dari konsep. 
5.      Respon Siswa Terhadap Kegiatan Pembelajaran dan Perangkat Pembelajaran
Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran dan perangkat pembelajaran sains dengan menerapkan model induktif adalah baik. Hal ini terbukti pada uji coba 1 dan 2, respon siswa 100% menyatakan senang terhadap materi pelajaran yang diberikan guru, contoh yang diberikan guru, aktivitas belajar di kelas, cara guru mengajar, buku siswa, buku kegiatan siswa, serta suasana kepada pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung dan mengganggap cara mengajar guru merupakan hal yang baru. Hal ini terlihat pada angket yang telah diisi oleh siswa (lampiran 2).
6.      Respon Guru Mitra
Guru mitra menyatakan model pembelajaran induktif perlu dan layak dikembangkan untuk pokok bahasan lainnya melalu kegiatan pengembangan perangka dan pelatihan. Siswa yang mempunyai kemampuan rata-rata ke bawah dan rata-rata ke atas memperoleh keuntungan atau manfaat dari perangkat ini dengan alasan dapat menunjang prestasi belajar siswa, dapat meringankan beban guru dalam kegiatan pembelajaran, anak akan mulai belajar dari yang sederhana dan kongkret, serta anak akan mengerti proses sains secara nyata. Guru mitra juga memperoleh kemudahan dari perangkat pembelajaran yang dikembangkan karena dinilai sangat lengkap untuk memandu kegiatan belajar mengajar di kelas.
Hambatan yang dialami selama kegiatan pembelajaran adalah belum terbiasanya guru mitra melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model induktif sehingga pada awal pertemuan RP 1, pembelajaran yang dilakukan oleh guru mitra masih kelihatan canggung serta ada beberapa langkah yang tidak dilaksanakan. Tapi pada pembelajaran RP berikutnya kegiatan pembelajaran sudah berlangsung dengan baik. Disamping itu suasana ruangan juga kurang memadai karena kurang luas sehingga anak tidak dapat leluasa bergerak. Kadang-kadang anak yang hiperaktif dan kemampuannya kurang mengganggu pelaksanaan kegiatan pembelajaran tetapi semuanya dapat dikendalikan oleh guru dengan baik. Penataan meja dan kursi siswa yang disesuaikan dengan kebutuhan pada saat pembelajaran juga mengalami kesulitan karena meja dan kursi siswa terlalu berat untuk dapat dipindahkan oleh siswa sendiri.
7.      Tes Hasil Belajar
a.      Tes Produk
Tes produk dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penguasaan materi ajar oleh siswa. Tes produk dilaksanakan dua kali yaitu pretes yang dilaksanakan sebelum pembelajaran RP 1 dan postes yang dilaksanakan setelah pembelajaran RP 3.
b.      Tes Keterampilan Proses
Hasil tes keterampilan proses diperoleh melalui pretes dan postes. Keterampilan proses yang diujikan meliputi keterampilan pengamatan, mencatat hasil pengamatan, membandingkan, dan membuat simpulan.


BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A.    Simpulan

Dari hasil kegiatan uji coba perangkat pembelajaran dengan menerapkan model induktif dapat disimpulkan bahwa penerapan model induktif yang dipandu dengan perangkat pembelajaran dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sains di Sekolah Dasar. Hal ini dapat dilihat dari :
1.      Aktifitas guru dalam proses belajar mengajar sains di SD dengan menggunakan model induktif yang dominan adalah membimbing siswa dalam melakukan pengamatan, membimbing siswa berdiskusi dan membimbing siswa dalam merumuskan simpulan. Sedangkan aktivitas siswa yang dominan selama mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model induktif adalah mengamati contoh yang diberikan oleh guru, berdiskusi antar teman, dan mencatat hasil pengamatan.
2.      Penerapan model pembelajaran induktif dalam pembelajaran sains di SD dapat meningkatkan keterampilan proses siswa SD.
3.      Hasil belajar siswa pada pembelajaran sains SD dengan menerapkan model induktif mengalami peningkatan bila dilihat dari skor pretes dan postes baik hasil belajar produk maupun proses. Hal ini dapat dilihat dari ketuntatasan belajar siswa, pada saat pretes belum mencapai ketuntasan baik secara individual maupun klasikal, sedangkan saat postes sudah mencapai ketuntasan baik secara individu maupun klasikal.
4.      Guru dapat mengelola pembelajaran dengan baik pada saat menerapkan model induktif dalam pembelajaran sains.
5.      Proses belajar mengajar sains di SD dengan menerapkan model induktif dapat terlaksana secara baik.
6.      Guru mitra dan siswa merespon dengan baik pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model induktif yang dipandu dengan perangkat pembelajaran. Pada umumnya siswa merasa senang dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan ingin mengikuti pembelajaran sains dengan menggunakan model induktif pada pokok bahasan berikutnya. Guru mitra menyatakan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan sangat membantu dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas dan menginginkan adanya pengembangan perangkat pembelajaran untuk pokok bahasan berikutnya.

B.     Saran

Berdasarkan hasil implementasi uji coba 1 dan uji coba 2, maka diberikan beberapa saran sebagai berikut :
1.      Salah satu kunci keberhasilan penerapan model induktif dalam pembelajaran sains adalah pemberian contoh yang sesuai, oleh karena itu pada saat guru menerapkan model induktif harus lebih selektif dalam memilih contoh.
2.      Bimbingan guru melalui pertanyaan sangat berperan dalam penerapan model induktif, sehingga guru dituntut trampil untuk bertanya.

3.      Mengingat perangkat pembelajaran sangat dibutuhkan oleh guru SD untuk memudahkan mereka dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, maka diperlukan suatu kegiatan pengembangan perangkat pembelajaran dan pelatihan yang melibatkan guru-guru SD.



DAFTAR PUSTAKA

Ardiana, L.I. 2004. “Pengembangan Silabus Kurikulum Berbasis Kompetensi”. Makalah disampaikan pada Finalisasi Lokakarya Pengembangan Silabus KBK Universitas Negeri Surabaya.

Dahar, R.W. 1989. Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Depdikbud. 1994. Kurikulum IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdikbud.

Diknas. 2003. Kurikulum 2004. Jakarta: Diknas.

Eggen, D.D & Kauchak, D.P. 1996. Strategies for Teacher. Boston: Allyn and Bacon.

Iskandar, M.S. 1996/1997. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Bagian Proyek Pengembangan Guru Sekolah Dasar.

Sudjana, N. 1988. Cara Belajar Siswa Aktif Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.

Tjitrosoepomo, G. 2000. Morfolofi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

3 komentar:

  1. Terima kasih PTKnya Gan, sangat berguna sekali buat tugas UT ku.
    sekali lagi thanks

    MAHPUD
    Ipuh - Bengkulu

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus